Cirebon IT Berkarya Selamat Datang di situs --Cirebon IT Berkarya-- ini merupakan situs yang menyajikan informasi- informasi perkembangan Dunia Teknologi Informasi

Minggu, 23 Oktober 2011

Membuat Tampilan Halaman Secara Scroll

Membuat tampilan halaman secara scroll memang banyak sekali manfaatnya, selain mudah dalam membuatnya juga bisa memperingkas tampilan karena mempunyai fungsi scoll yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Untuk membuatnya tidak diperlukan kode HTML yang rumit, anda hanya menambahkan kode di bawah ini pada halaman yang akan dibuat tampilan secara scroll :


<div style="overflow:auto;width:300px;height:200px;padding:10px;border:1px solid #eee">

Isi halaman yang akan ditampilkan secara scroll

</div>

Untuk membuatnya silahkan anda ikuti langkah2 dibawah ini :
1. Login to Blogger kemudian pilih "Layout"
2. Klik pada "Page Element" trus pilih "Add a Gadget --> HTML/Javascript" (Tempatnya terserah kamu).
3.Copy Paste Script yang ada di bawah ini tinggal anda edit saja :


<div style='overflow:auto;width:300px;height:200px;padding:10px;border:1px solid #eee'><ul><li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/cara-back-up-dan-upload-file-java.html'>Cara Back Up dan Upload File Java Script ke Free Hosting</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/cara-membuat-animasi-status-loading.html'>Cara Membuat Animasi Status Loading</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-membuat-buku-tamu-dengan.html'>Cara Membuat Buku Tamu dengan Shoutmix.com</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/06/cara-membuat-dan-memahami-isi-blog-di.html'>Cara Membuat dan Memahami Isi Blog di Blogspot</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/cara-membuat-icon-address-bar-favicon.html'>Cara Membuat Icon Address bar ( Favicon ) di Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/cara-membuat-kata-penutup-di-blog.html'>Cara Membuat Kata Penutup di Blog Ketika Menutup Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-menampilkan-elemen-halaman-hanya.html'>Cara Menampilkan Elemen Halaman Hanya Pada Halaman Depan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-menampilkan-elemen-halaman-hanya_28.html'>Cara Menampilkan Elemen Halaman Hanya Pada Halaman Selanjutnya</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-mudah-menulis-kode-html-di.html'>Cara Menulis Kode HTML di Postingan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-mudah-membuat-tampilan-read-more.html'>Cara Mudah Membuat Tampilan Read More pada Postingan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-setting-blog-di-blogspot.html'>Cara Setting Blog di Blogspot</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/memasang-toolbox-bookmark-share-addthis.html'>Memasang Toolbox Bookmark & Share di Bawah Postingan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/memasang-widget-alexa-rank-di-blog.html'>Memasang Widget Alexa Rank di Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/cara-memberikan-efek-yang-menonjol-pada.html'>Memberikan Efek yang Menonjol pada Postingan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/membuat-banner-animasi-melalui-situs.html'>Membuat Banner Animasi Melalui Situs Gratisan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-blogger-login-widget.html'>Membuat Blogger Login Widget</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-efek-animasi-roaming-saat-blog.html'>Membuat Efek Animasi Roaming Saat Blog di Buka</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-efek-tulisan-berkedip-blink.html'>Membuat Efek Tulisan Berkedip ( Blink )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-efek-zoom-pada-image-gambar.html'>Membuat Efek Zoom Pada Image / Gambar</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-footer-blog-3-kolom.html'>Membuat Footer Blog 3 Kolom</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-huruf-besar-pada-awal-postingan.html'>Membuat Huruf Besar pada Awal Postingan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-image-gambar-terlihat-blur.html'>Membuat Image Gambar Terlihat Blur ( Tersamar ) Ketika Disorot Mouse</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/membuat-image-logo-button.html'>Membuat Image Logo Button</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-kata-sambutan-untuk-pengunjung.html'>Membuat Kata Sambutan Untuk Pengunjung Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-kolom-teks-area-untuk-kode.html'>Membuat Kolom Teks Area untuk Kode / Tulisan</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-label-berjalan-marquee-di-atas.html'>Membuat Label Berjalan ( Marquee ) di Atas Footer</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-link-berubah-warna-dan-membesar.html'>Membuat Link Berubah Warna dan Membesar Ketika Disorot</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-link-warna-rainbow-link.html'>Membuat Link Warna ( Rainbow Link )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-menu-auto-hide-spoiler.html'>Membuat Menu Auto Hide ( Spoiler )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-overline-pada-link-garis-atas.html'>Membuat Overline Pada Link / Garis Atas Pada Saat Link Disorot ( Mouse Over )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/membuat-random-posts-dengan-tampilan.html'>Membuat Random Posts dengan Tampilan Slide</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-random-posts-di-bawah-postingan.html'>Membuat Random Posts di Bawah Postingan Dengan Tampilan Gambar</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/membuat-read-more-terbaru.html'>Membuat Read More Terbaru</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-recent-post-dengan-thumbnails.html'>Membuat Recent Post Dengan Thumbnails dan Comment Count</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/membuat-related-posts-atau-artikel.html'>Membuat Related Posts atau Artikel Terkait</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-sidebar-blog-menjadi-2-kolom.html'>Membuat Sidebar Blog Menjadi 2 Kolom</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-slide-menu-di-blog.html'>Membuat Slide Menu di Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-slide-show-tab-view.html'>Membuat Slide Show Tab View</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-snapshoot-link-webblog.html'>Membuat Snapshoot Link di Web/Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-tabview-widget.html'>Membuat Tabview Widget</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-tombol-view-pop-up.html'>Membuat Tombol View Pop Up</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-widget-artikel-terbaru-recent.html'>Membuat Widget Artikel Terbaru ( Recent Post )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-widget-artikel-terpopuler-top.html'>Membuat Widget Artikel Terpopuler ( Top Post )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-widget-komentar-paling-banyak.html'>Membuat Widget Komentar Paling Banyak ( Top Comments )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/membuat-widget-komentar-terbaru-recent.html'>Membuat Widget Komentar Terbaru ( Recent Comments )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-widget-pop-up-windows-di-blog.html'>Membuat Widget Pop Up Windows di Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-widget-tampak-menghilang-dan.html'>Membuat Widget Tampak Menghilang dan Muncul Kembali</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/membuat-widget-tampil-dengan-scroll.html'>Membuat Widget Tampil Dengan Scroll</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/menambah-emotion-pada-buku-tamu.html'>Menambah Emotion Pada Buku Tamu Shoutmix.com</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/menampilkan-beberapa-model-status.html'>Menampilkan Beberapa Model Status Online Yahoo Messenger</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/menampilkan-posting-secara-acak-random.html'>Menampilkan Posting secara Acak ( Random Post Widget )</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/mencegah-copy-paste-artikel-dengan.html'>Mencegah Copy Paste Dengan Menggunakan Copyscape</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/mengubah-setting-blog-nofollow-menjadi.html'>Mengubah Setting Blog Nofollow menjadi Dofollow</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/menyembunyikan-judul-dan-diskripsi-pada.html'>Menyembunyikan Judul dan Diskripsi pada Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/merubah-dan-memodifikasi-tampilan.html'>Merubah dan Memodifikasi Tampilan Blockquote</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/modifikasi-tampilan-label-cloud-blogger.html'>Modifikasi Tampilan Label Cloud Blogger</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/modifikasi-tampilan-widget-mybloglog.html'>Modifikasi Tampilan Widget MyBlogLog Recent Readers</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/pasang-translate-di-blog.html'>Pasang Translate di Blog</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/pengertian-dari-nofollow-menjadi.html'>Pengertian dari Nofollow menjadi Dofollow</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/pengertian-paddingmargin-dan-border.html'>Pengertian Padding, Margin dan Border pada CSS</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/setting-navbar-blogspot.html'>Setting Navbar Blogspot</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/09/tips-membuka-2-target-link-dalam-1-link.html'>Tips Membuka 2 Target Link Dalam 1 Link</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/08/tool-buat-cek-posisi-web-blog-di-google.html'>Tool Buat Cek Posisi Web / Blog di GOOGLE</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/backlink-checker.html'>Tool Untuk Mengecek Backlink Blog/Web Anda</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2009/07/tools-buat-tes-kecepatan-loading-web.html'>Tool Untuk mengecek Kecepatan Loading Blog/Web Anda</a></li>
<li><a href='http://www.seby-antoe.com/2008/12/page-rank-checker.html'>Tool Untuk Mengecek PageRank Blog/Web Anda</a></li>
</ul></div>

4. Klik Simpan dan selesai.

Membuat Widget Tampil Dengan Scroll

Seperti pada salah satu widget yang ada pada blog saya ini, fungsi scroll yang sederhana namun banyak sekali manfaatnya. Salah satunya adalah untuk menampilkan widget agar tampak lebih ringkas mungkin karena terbatasnya tempat. Kotak scroll widget ini walau sangat sederhana ini cukup ampuh untuk menjadikan blog anda tertata rapi karena banyak widget yang ingin kita pasang di blog tetapi ukurannya tidak sesuai dengan ukuran sidebar atau kolom template kita, nah supaya widget widget tersebut bisa di sesuaikan dgn halaman blog maka kita perlu kolom scroll widget ini.

Cara buatnya :

1. Login to Blogger kemudian pilih "Layout"
2. Klik pada "Page Element" trus pilih "Add a Gadget --> HTML/Javascript" (Tempatnya terserah kamu).
3.Copy Paste Script Berikut :


<h2 class="title">TULIS JUDUL KOTAK SCROLL DISINI</h2>
<div class="widget-content">
<div style="border: 0px solid #F5003D; overflow: auto; width: 310px; height: 200px; text-align: left;">


<li> <a href="http://Alamat Link Anda" target="_blank">Nama Link Yang Akan di Tampilkan</a></li>


<li> <a href="http://Alamat Link Anda" target="_blank">Nama Link Yang Akan di Tampilkan</a></li>


<li> <a href="http://Alamat Link Anda" target="_blank">Nama Link Yang Akan di Tampilkan</a></li>


<li> <a href="http://Alamat Link Anda" target="_blank">Nama Link Yang Akan di Tampilkan</a></li>


<li> <a href="http://Alamat Link Anda" target="_blank">Nama Link Yang Akan di Tampilkan</a></li>


</div>
</div>

Keterangan :

+ Angka 310 adalah lebar kolom widget scroll, bisa anda ganti dengan ukuran yang sesuai dengan kolom template anda.
+ Angka 200 adalah tinggi kolom widget scroll, bisa anda ganti juga.
+ Ganti URL/Link yang berwarna merah dengan link yang ingin anda pasang.
+ Ganti judul link yg berwarna hijau dengan judul link yang anda pasang.
+ Kode #F5003D adalah kode warna border kotak scroll widget, bisa anda ganti dengan kode warna yang sesuai dengan selera Anda
+ Jika ingin meletakkan widget atau banner ke dalam kota scroll ini, ganti saja script link dengan script widget atau banner anda.

4. Klik Simpan dan selesai.

Kamis, 20 Oktober 2011

Cara Membuat Slide Recent Post Blogger

Cara Membuat Slide Recent Post Blogger

tidak usah basa basi langsung aja soalnya lagi sibuk
pertama masuk blogger.
rancangan.
Elemen Laman.
add gadget/tambah gadget.
copy paste code di bawah ini:



<script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js" type="text/javascript">
</script>
<style media="screen" type="text/css">
<!--

#spylist {
overflow:hidden;
margin-top:5px;
padding:0px 0px;
height:350px;
}
#spylist ul{
width:220px;
overflow:hidden;
list-style-type: none;
padding: 0px 0px;
margin:0px 0px;
}
#spylist li {
width:208px;
padding: 5px 5px;
margin:0px 0px 5px 0px;
list-style-type:none;
float:none;
height:70px;
overflow: hidden;
background:#fff url(http://i879.photobucket.com/albums/ab351/bloggerblogimage/blogger/post.jpg) repeat-x;
border:1px solid #ddd;
}

#spylist li a {
text-decoration:none;
color:#4B545B;
font-size:11px;
height:18px;
overflow:hidden;
margin:0px 0px;
padding:0px 0px 2px 0px;
}
#spylist li img {
float:left;
margin-right:5px;
background:#EFEFEF;
border:0;
}
.spydate{
overflow:hidden;
font-size:10px;
color:#0284C2;
padding:2px 0px;
margin:1px 0px 0px 0px;
height:15px;
font-family:Tahoma,Arial,verdana, sans-serif;
}

.spycomment{
overflow:hidden;
font-family:Tahoma,Arial,verdana, sans-serif;
font-size:10px;
color:#262B2F;
padding:0px 0px;
margin:0px 0px;
}

-->
</style>

<script language="javascript">
imgr = new Array();

imgr[0] = "http://i43.tinypic.com/orpg0m.jpg";

imgr[1] = "http://i43.tinypic.com/orpg0m.jpg";

imgr[2] = "http://i43.tinypic.com/orpg0m.jpg";

imgr[3] = "http://i43.tinypic.com/orpg0m.jpg";

imgr[4] = "http://i43.tinypic.com/orpg0m.jpg";
showRandomImg = true;

boxwidth = 255;

cellspacing = 6;

borderColor = "#232c35";

bgTD = "#000000";

thumbwidth = 70;

thumbheight = 70;

fntsize = 12;

acolor = "#666";

aBold = true;

icon = " ";

text = "comments";

showPostDate = true;

summaryPost = 40;

summaryFontsize = 10;

summaryColor = "#666";

icon2 = " ";

numposts = 10;

home_page = "http://www.kangagusitcrb.blogspot.com/";

limitspy=4
intervalspy=4000
</script>

<div id="spylist">
<script src="http://scriptabufarhan.googlecode.com/svn/trunk/recentpostthumbspy-min.js" type="text/javascript">
</script></div>

setelah itu simpan dan lihat hasilnya.
Jangan lupa ganti url http://www.kangagusitcrb.blogspot.com dengan url blog kamu.

gmana????? mudah kan?

Rabu, 19 Oktober 2011

Tutorial Flash akan menunjukkan cara untuk membuat drop down menu dasar.

Tutorial Flash akan menunjukkan cara untuk membuat drop down menu dasar.






Langkah 1.
Untuk memulai membuat dokumen Flash baru, pengaturan frame rate 30fps untuk dari panel properti. Untuk tutorial ini saya telah membuat sebuah layout yang sederhana (gambar) dengan menggunakan Rectangle Tool, yang drop-down menu akan melekat. Anda dapat men-download FLA untuk ini di sini . Saya telah membuat tata letak yang sederhana dalam sebuah MC (Clip Film Musikal) pada lapisan yang disebut "bg". Selanjutnya, kita akan membuat tombol utama untuk menu drop down. Jadi, klik dua kali pada Rectangle Tool (R), yang dilingkari merah (gambar b), dan masukkan 10 untuk untuk jari-jari sudut

a) b)



Langkah 2.
Buat abu-abu (# 898989) persegi panjang bulat dan mengubahnya menjadi simbol tombol (F8), yang disebut "mainButton".



Langkah 3.
Double klik pada mainButton dan membuat frame di negara atas (F6). Ubah persegi panjang negara ke nada gelap abu-abu (# 5D5D5D)



Langkah 4.
Pada lapisan atas, menciptakan lapangan teks untuk apapun topik yang Anda ingin tombol untuk menjadi.



Selanjutnya pergi ke bagian kedua dari tutorial ini flash.





Langkah 5.
Ini adalah bagian 2 dari tutorial ini Flash. Selanjutnya, kita akan membuat halaman beberapa konten untuk tombol menu untuk mengubah. Untuk tutorial ini, saya akan menggunakan beberapa gambar bergaris warna-warni dengan teks untuk setiap bagian. Tempatkan halaman 1 dari konten pada layer baru yang disebut "halaman" dan mengubahnya menjadi MC disebut "pagesMC.



Langkah 6.
Double klik pada "pagesMC" dan membuat layer baru yang disebut "label".



Langkah 7.
Buat bingkai kunci kosong (F7) pada frame 10 pada kedua lapisan dan menambahkan potongan kedua dari konten pada lapisan halaman. Buat label untuk bagian 1. Label akan teks yang sama yang akan muncul tombol yang sesuai untuk itu.



Langkah 8.
Tambahkan beberapa konten dan label untuk setiap bagian



Langkah 9.
Selanjutnya, kembali ke timeline utama dan memberikan "pagesMc" nama instance "halaman"






Langkah 10.
Ini adalah bagian 3 dari tutorial ini Flash. Selanjutnya, kita akan menciptakan tombol menu. Mengatur warna stroke untuk tidak mengisi warna dan putih. Pilih Rectangle tool dan menciptakan sebuah persegi panjang, dengan dimensi dan posisi yang ditunjukkan di bawah ini. Mengubahnya menjadi simbol Tombol (f8), yang disebut tombol.



Langkah 11.
Convert "tombol" menjadi simbol (Movie Clip) MC disebut menu.



Langkah 12.
Berikan nama instance "menu", dari panel properti.



Langkah 13.
Double klik pada MC "menu" dan nama layer "button1"






Langkah 14.
Ini adalah bagian 4 dari tutorial ini Flash. Selanjutnya, klik dua kali pada simbol "tombol", membuat bingkai kunci (F6) di negara atas, dan perubahan warna itu ke hijau cahaya (# DAE8E1).



Langkah 15.
Kembali ke menu MC dan Drage frame pertama dari lapisan atas ke frame 2, meninggalkan frame pertama sebagai kosong. Dari panel properti, memberikan tombol nama instance "button1". Kami nanti akan menggunakan nama istance untuk memberitahu halaman MC untuk pergi ke label tertentu.



Langkah 16.
Buat layer baru, bernama "button2", dan copy dan paste frame button1 pada frame 2 tombol. Berikan tombol 2 nama instance "button2"



Langkah 17.
Lakukan hal yang sama selama 3 tombol lain, memberi mereka nama instance juga.



Langkah 18.
Sorot frame 15 dari lapisan dan membuat bingkai kunci (F6) untuk masing-masing





Langkah 19.
Ini adalah bagian 5 dari tutorial ini Flash. Selanjutnya, pilih bingkai 15 dari button5 lapisan, klik pada tombol dan mengatur posisi Y itu untuk 75.



Langkah 20.
Lakukan hal yang sama dengan tombol 4, tapi mengatur posisi Y itu untuk 60



Langkah 21.
Lanjutkan untuk melakukan hal yang sama ke seluruh tombol, pada posisi Y dari 45, 30 dan 15, untuk tombol 3, 2 dan 1 masing-masing.



Langkah 22.
Pilih bingkai, setiap lapisan, di antara 2 dan 15, dan klik kanan. Pilih "tween membuat gerak".



Langkah 23.
Seorang tween harus dibuat, yang akan membuat tombol bergerak ke bawah ketika dimainkan.


Langkah 24.
Ini adalah bagian akhir dari tutorial Flash. Selanjutnya, membuat lapisan di atas lapisan tombol dan membuat bingkai kunci kosong (f7) pada frame 15. Tambahkan teks untuk button1, dengan menggunakan pengaturan ditampilkan di bawah.



Langkah 25.
Tambahkan sisa teks tombol di kolom teks yang sama.



Langkah 26.
Buat script lain yang disebut Laye dan menciptakan bingkai kunci kosong (f7) pada frame 15.



Langkah 27.
Tambahkan kode di bawah ini. Kode ini memiliki fungsi onPress untuk setiap nama instance tombol. Pertama semua ketika setiap tombol ditekan, menu ini disuruh kembali ke frame 1, di mana ada frame kunci hanya kosong. Maka halaman MC diperintahkan untuk pergi ke label itu corresonding. Hal ini disebut sebagai _parent karena pada tingkat bawah MC Menu.



Langkah 28.
Tambahkan kode berhenti pada frame 1.



Langkah 29.
Kembali ke timeline utama dan pastikan bahwa lapisan terorganisir seperti gambar di bawah ini. Berikan tombol tutorial nama instance "mainButton"



Langkah 30.
Tambahkan layer script dan masukkan kode di bawah ini. Ini akan memberitahu menu untuk mulai bergerak, dengan pergi ke frame 2.



Simpan file dan mempublikasikan film flash, membawa kita ke akhir tutorial ini Flash! Ambil Fla

Senin, 10 Oktober 2011

Cara Pengambilan Gambar Dengan Kamera

Kamera merupakan salah satu alat penting dalam suatu pembuatan film. Fungsi kamera yaitu mengambil atau merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen dan dioperasikan sesuai dengan arahan sutradara. Untuk menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.
  1. Cara memegang Kamera Video.

    Peganglah kamera dengan mantap. Gunakan satu tangan untuk memegang kamera dan mengoperasikan kontrol zoom, dan tangan yang lain untuk menjaga agar posisi kamera tidak mudah goyah. dapat digerakkan ke berbagai posisi, tergantung dari sudut pengambilan yang diinginkan - pada banyak kondisi gunakan selalu tripod untuk menjaga gambar tetap stabil.
  2. Zoom.

    Hindarkan penggunaan tehnik zoom untuk merekam pemandangan yang luas tanpa menggunakan tripod. Ini adalah cara dasar untuk menghindari terjadinya guncangan pada gambar yang dapat berakibat tidak bergunanya gambar yang terekam.
  3. Suara.

    Perlu diperhatikan mengenai suara. Bila kita tidak menggunakan earphone, kamera tetap merekam suara-suara latar yang tidak diperlukan, maka jangan mengeluarkan suara yang tak perlu atau berbicara ketika sedang merekam.
  4. Peraturan 10 detik.

    Peraturan penting dalam merekam adalah, rekamlah dalam waktu yang lebih lama dan hindarkan pergerakan-pergerakan kemera yang tidak perlu. Selalu rekam satu adegan sekurangnya dalam 10 detik. Ini akan memudahkan editor film untuk mengambil potongan-potongan gambar yang diperlukan. Ingat untuk tetap menghitung sampai 10 detik, meskipun pada kondisi yang sulit, 10 detik ini terasa lama. Rekam subyek Anda selama 10-20 detik, stop dan ambil gambar yang lain.
  5. Panning & Tilting

    Panning (mengambil gambar bergerak secara horizontal) dan Tilting (mengambil gambar bergerak secara vertikal) sebaiknya digunakan secukupnya saja bila ingin mendapatkan gambar dasar dengan berpindah posisi gambar, atau bila kita sudah berpengalaman sebagai operator film. Bila kita memutuskan untuk melakukan panning, gerakkanlah kamera sehalus yang kita bisa dan jangan mendadak. Ingat selalu aturan10 detik untuk setiap gambar diam/statis pada awal dan juga pada akhir pengambilan gambar panning. Selalu lebih baik mengambil banyak gambar statis, dan ingat juga bahwa nantinya gambar yang kita ambil akan diedit kembali oleh editor. Penggunaan panning sebaiknya jangan terlalu lama (antara 3 sampai 5 detik).
  6. Fokus, Exposure and White Balance (keseimbangan warna) .

    Periksa selalu fokus dan exposure. Bila menggunakan zoom jauh dan dekat fokuskan selalu pada jarak ideal ke objek yang kita inginkan untuk direkam dan ketika kita melakukan zoom jauh semuanya terlihat fokus - bila kita melakukan zoom pada objek terdekat terlebih dahulu lalu kita zoom pada objek lain di kejauhan (contohnya hewan di kejauhan) maka akan membuat gambar sama sekali tidak fokus. Adanya perbedaan antara objek yang samar dan objek utama yang jelas adalah sangat penting. Bahkan objek yang hanya sedikit tidak fokus akan membuat film menjadi tidak berguna. Periksa selalu exposure dan cobalah merekam pada objek yang sama dengan cara manual dan otomatis untuk memastikan kita mendapatkan gambar terbaik yang kita inginkan. Bila kita sudah memiliki banyak pengalaman, hal ini menjadi tidak perlu lagi untuk dilakukan .
  7. Tanggal dan Waktu.

    Jangan pernah memasang tanda tanggal dan waktu pada layar film yang terekam, ini akan membuat film sama sekali tidak dapat digunakan . Penulisan tanggal dan waktu pada layar film tidak membuktikan bahwa film ini diambil pada saat yang tertulis dilayar, karena bisa saja yang tertulis tanggal 5 November 1950 tidak menjamin pengambilan film tersebut pada tahun 1950, bisa saja setiap orang merubah tanggal dan waktu tersebut. Namun, sebaiknya kita selalu merekam suara kita pada awal pengambilan gambar yang menjelaskan kapan gambar tersebut direkam, lokasi dan negara dimana kita merekam gambar- cara inilah yang dapat merekam secara permanen informasi waktu dan tempat pengambilan film. Hal ini sangatlah penting dan seringkali terlupa, dan bila kita lupa apa dan dimana persisnya sebuah gambar diambil, celakalah kita. Bila kita memiliki GPS untuk menunjukkan lokasi kita berada, selalu rekam dengan film pembacaannya dan juga rekam latar belakangnya. Tidak seperti tanda tanggal dan waktu, hal ini dapat memberikan bukti.
  8. Cutaways (gambar pengisi).

    Bila kita merekam sebuah obyek, kegiatan ataupun wawancara kita perlu selalu mengambil gambar yang lain. Sebagai contoh, bila kita merekam sebuah wawancara kita perlu untuk merekam juga kantor orang yang kita wawancarai atau sesuatu yang lain untuk memberikan penjelasan tambahan bagi film wawancara kita. Kita lihat contoh lain, bila kita membuat film tentang orang utan, jangan lupa untuk merekam hutan dimana mereka tinggal dan kebakaran hutan yang merusakan habitatnya. Ini akan membuat sebuah film lebih informatif.

Beberapa angle berikut ini mungkin dapat menginspirasi Anda
  • Dutch angle, pengambilan gambar miring. Biasanya digunakan untuk menggambarkan ketidakstabilan emosi.
  • Worm angle / mata cacing, kamera persis diletakkan di atas tanah
  • Crazy angle, kamera bergerak tidak beraturan
  • Change focus, mengubah fokus dari satu obyek ke obyek lain dalam satu frame.
  • Circle / circular track, kamera mengitari obyek
  • Side shot, kamera merekam dari samping dan mengikuti obyek yang berjalan.
  • Extreme top shot, kamera mengambil tepat diatas obyek (900).
  • High angle, pengambilan gambar dari atas obyek.
  • Eye level, pengambailan gambar sejajar dengan mata.
  • Low angle, pengambilan gambar dari bawah obyek.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
  • Bird Eye View
    Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
  • High Angle
    Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
  • Low Angle
    Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
  • Eye Level
    Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
  • Frog Eye
    Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
  • Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
  • Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
  • Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
  • Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
  • Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
  • Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
  • Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
  • Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
  • Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
  • Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
  • One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
  • Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
  • Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
  • Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
  • Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
  • Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
  • Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
  • Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
  • Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
  • Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.
  • Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
  • Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
  • Objek bergerak sejajar dengan kamera.
  • Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
  • Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
  • Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
  • Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
  • Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
  • Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
  • Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
  • Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
  • The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
  • Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
  • Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
  • Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
  • Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
  • Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
  • Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Belajar Mengoperasikan Kamera Video

Camera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori).
Bagi pengguna pemula/amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode auto tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Cameraman profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera.
The Main Control
Ada enam control dasar pada kamera:
1. Exposure
  • Aperture
  • Shutter Speed
  • (ND Filter)
  • (Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels
Aperture, Shutter speed, ND Filter, dan Gain merupakan bagian dari exposure.
Exposure
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
· Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
· Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
· ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
· Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
Filter Colour
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.
White Balance
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance :
* Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
* Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
* Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
* Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
* Kamera siap untuk merekam.
Catatan : kamera harus di-white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom In : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom Out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara:
  • Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
  • Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera
Focus
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
Depth of Field (DOF) atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
3 hal yang menentukan Depth of Field :
1. Panjang Fokal Lensa
Semakin panjang fokal lensa = bidang kedalaman semakin sempit atau kata lainnya fokus semakin tipis.
2. f-stop/iris
Lebih besar bukaan iris (lebih kecil f-stop) = bidang kedalaman semakin sempit / fokus semakin tipis. Misal f/16 bidang kedalamannya lebih lebar dari f/2.0
3. Jarak kamera dengan objek
Semakin jauh jarak kamera dengan objek = semakin luas bidang kedalaman
Semakin dekat jarak kemera dengan objek = semakin sempit bidang kedalaman.
Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
Wah kayanya teori melulu ya jadi pusing… tapi ini penting buat semua yang mau belajar mengoperasikan kamera video secara benar.
Mengoperasikan kamera adalah seni, jadi dibutuhkan taste dari setiap cameraman.
2011@kangagusitcrb.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger